10 Kesalahan Orang Tua Mendidik Anak

Karena kesibukan, orang tua cendrung gagal menjalankan fungsi pengawasan pada anak. Apa dan bagaimana anak berkembang pada kehidupan sehari-hari. Terkadang anak yg kurang bisa supervisi, tentunya beresiko tertular sikap & prilaku negatif menurut lingkungan sekitar.

Ada kalanya anak ingin didengarkan curahan dan suara hatinya, tanpa didikte atau diberi saran. Orang tua poly gagal menjalankan peran ini, orang tua lebih cendrung memilih menjadi pengkritik dan pemberi saran, sehingga anak nir merasa nyaman dan berusaha mencari jalan keluar dengan mencari jalan lain, dimana ia sanggup didengarkan.

Kebanyakan orang tua tidak siap mendapat kenyataan bilamana anaknya nir menyanggupi pencapaian sasaran sesuai hasrat orang tua. Tapi, tidak memperhatikan dan mendorong dengan segala daya upaya bagaimana cara anak buat mendapatkannya.

Manakala anak gagal, bukan semangat & dorongan positif yg diberikan, akan tetapi menghakimi, sehingga anak merasa bersalah yang akhirnya anak dibayangi rasa bersalah & tidak sanggup buat melakukan sesuatu.

Orang tua egois, cendrung mementingkan kemauan sendiri, tanpa melihat & berusaha demokratis terhadap kebutuhan anak. Sikap orang tua misalnya ini, salah satu penyebab anak menjadi " keras kepaladanquot; dan sang anak suka melawan dalam hati, sebagai bentuk pertahanan dirinya, yg akhirnya mental anak pun jadi terganggu.

Jiwa anak akan terganggu jika melihat orang tuanya selalu bertengkar. Anak berusaha mencari kompensasi diri menggunakan mencari sesuatu yg membuatnya nyaman diluar rumah. Jika ini dibiarkan, tentunya anak akan bisa sewaktu-ketika bersikap binal & sulit dikendalikan.

Orang tua tidak konsisten menggunakan pernyataan & perbuatannya. Satu sisi dia melarang anaknya, tapi disisi lain ia melanggar buat kepentingannya sendiri. Misal waktu orang tua melarang anak keluar malam, akan tetapi orang tua tiap malam keluar tempat tinggal . Dan, contoh lainnya merupakan, orang tua melarang anak buat nir menghisap rokok, ad interim dirumah beliau merokok.

Tidak selalu orang tua sahih, Ada kalanya orang tua berbuat khilaf, tapi membuat malu mengakuinya buat membicarakan kata maaf dalam anak, meskipun pada hati dia mengakui bahwa dia sudah berbuat khilaf.

Orang tua tak jarang beralasan sibuk mencari nafkah buat mencukupi kebutuhan famili sehingga beliau kehilangan waktu bercengkrama menggunakan anak-anaknya. Akibatnya nir terdapat kedekatan psikologis antara anak menggunakan orang tua. Anak-anak akan merasa diabaikan.

Sekecil apapun hadiah dan keberhasilan anak harus diberi kebanggaan dan dihargai. Pemberian berupa materi bukanlah semata-mata menjadi tolak ukur keberhasilan anak. Demikian jua kebalikannya, hadiah orang tua pada anak, tidak selalu diukur dengan materi yg menciptakan anak merasa bahagia, akan tetapi perhatian yg lebih tidak kalah krusial bagi anak supaya ia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Memperlakukan anak secara diskriminasi akan menganggu perkembangan jiwa anak. Anak merasa mempunyai hak yang sama sesuai kapasitasnya. Untuk bersikap adil & bijaksana inilah yang diperlukan anak terhadap orang tua.

Demikianlah 10 kesalahan orang tua saat mendidik anak yang dapat medianers sampaikan pada pembaca. Namun, terlepas berdasarkan kesalahan orang tua, medianers beropini nir terdapat sedikitpun niat orang tua untuk mencelakakan anaknya, hanya seni dan kiatnya saja yg nir dipahami dalam mendidik anak.

Anak yang sholeh, tentunya sanggup memahami juga kondisi orang tuanya, kadang karena kepanikan & tekanan ekonomi, orang tua mampu saja berbuat nir sebagaimana mestinya sesuai yang dibutuhkan. Anak baik akan memahami hal demikian. Jika saling menahami, insha allah akan tercipta famili yg senang jauh dari kegaduhan dan tekanan mental.(AntonWijaya)

Leave a Comment